Langsung ke konten utama

Postingan

Saatnya Lepas dan Bangkit.

K u awali tulisan ini dengan renungan yang telah lama terpendam di dalam kalbu.. Indah sekali, di dalam kalbu ini terdapat berbagai ingatan yang telah Allah titipkan sebagai modal dasar bagiku untuk berifikir. Berfikir bahwasannya kita semua ini memang mahkluk yang lemah dan tak bisa apa-apa. Cenderung kurang bersyukur dan pandai mengeluh akan kekurangan.. Hal yang terberat adalah ketika suatu harapan yang kita inginkan ternyata tidak sesuai dengan apa yang Allah tetapkan. Memang berat, namun sebenarnya hal itu adalah suatu kebaikan yang tak dapat dibandingkan. Diantara memori yang Allah titipkan itu adalah suatu ambisi dan kenangan yang menyatu didalam cita-cita. Seperti ingatan tentang masa kuliah, keluarga, pengalaman pribadi, percintaan, dll. Kelemahan manusia adalah ketika ia erbujuk dengan rayuan dunia yang fana, seperti aku yang terkadang selalu terjebak pada suatu kebiasaan yang buruk. Banyak sekali, dan jika diutarakan itu adalah aib. Maha Baik Allah yang sela...
Postingan terbaru

Lekas Sembuh Indonesia Ku!

Apa Kabar Negara Ku, Sehat? "Aku sedih melihat Negara ku, ia berwibawa dan gagah, namun rusak terkikis zaman" Sebelum saya menulis, saya ingin menjelaskan bahwa tulisan ini dibuat hanya untuk mengutarakan apa yang menjadi gejolak di dalam hati saya selama memperhatikan keadaan hukum dan sosial politik di Negara tercinta ini. Saya hanyalah mahasiswa Fakultas Hukum semester 6 yang sangat minim pengetahuan akademik, namun setidaknya saya tetap merasa peduli karena saya masih memiliki hati nurani yang jauh lebih penting daripada pengetahuan kognitif di bangku kuliah. Baik.. mari mulai tulisan ini dengan membicarakan terkait fakta yang baru saja belakangan ini muncul dan menghangatkan tubuh kita yaitu terkait dengan kasus penistaan agama di republik ini. Teman-teman, saya tidak ingin mengklaim bahwa putusan terhadap terdakwa BTP alias ahok adalah putusan yang tepat atau tidak. Karena itu akan memberikan pandangan yang berbeda-beda sesuai dengan pemahaman pribadi seseo...

"Aku Juga Lelaki"

B eribu cara ku sampaikan tentang rasa ku untuk mu, Tetesan air mata jadi saksi cerita dalam hati ini, Bagaimana rasa yang tulus ini ada untuk mu, Tak cukup rasa yang dikemas dalam kata ini untuk menggambarkan betapa aku mencintaimu, Berbagai cara telah ku lakukan untuk dapatkan kamu, Lika-liku hubungan adalah suatu kelengkapan dalam mencapai harmoni cinta.. Yang aku inginkan kau dapat menerima kekuranganku, Kau terima kesalahanku, Kau terima argumentasi hati pada kronologi keinginan menjadi lebih baik untuk mu, Kau rangkul dan kau penjarakan sikap ku yang keliru.. Betapa acuhnya engkau saat ini, Anggap air mata ku sebagai lelucon? Anggap aku adalah bangkai dan sampah yang berlalu? Acuhkan aku bagai angin yang berlalu? Dimana hati nurani mu? Dimana janji yang telah kita sepakati selama ini? Ku coba jujur untuk upayakan kebaikan pada mu, karena aku tahu, kamu adalah bagian dari masa depanku. Bodohnya jiwa ini yang memaksakan kehendak, Betapa be...

Terima Kasih “Ibu”

Mamah..             Ibuku adalah seorang perempuan keturunan batak, ia lahir di Medan dan marganya adalah Harahap, seorang wanita yang berjiwa keras namun cerdas. Kulitnya putih, tubuhnya pendek, ia wanita tercantik yang ada di dunia ini. Namanya adalah Yuniarti Harahap, Ia juga merupakan keturunan pahlawan dari ayahnya yang merupakan seorang pahlawan era 80an yang bertugas menjadi TNI AD berpangkat Letnan dan seorang Jaksa di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Ibuku begitu baik, ia menyayangi orang-orang miskin, dermawan, ramah dan berwawasan luas.             Teruntuk ibu ku, ibu yang mengandung dan melahirkanku.. Telah kau korbankan segala hidup dan matimu hanya demi merawat anak-anakmu. Kau diciptakan dengan segala kemuliaan atas jasamu yang tak akan pernah terbalaskan. Betapa sulitnya menceritakan dirimu yang begitu mulia.       ...

Sadar dan Kembali

Waktu menunjukan pukul 03.30 pagi, hari ini adalah 1 hari menjelang datangnya bulan ramadhan, suasana kebahagiaan pun terasa.. Mengawali Ramadhan kali ini nampaknya saya tidak lagi munggahan di Garut, melainkan di rumah kakak saya. .Ada hal yang ingin saya tulis pada kali ini, dimana suatu perasaan yang cukup lama terpendam.. Semua insan manusia tentu pernah melakukan hal yang buruk, kita pasti pernah melakukan kesalahan yang berat, dan tentu penyesalan yang berat itu datang pula..   Terkadang, ketika merasa menyesal, kita pasti merasa bahwa kita adalah manusia yang bodoh dan hina. Aku pun sempat merasakan putus asa dari Rahmat Allah, karena sangat merasa hina dan terkadang kita merasa pula bahwa kesempatan untuk berbuat baik itu akan sia-sia karena seolah-olah pintu taubat telah tertutup.. Selain itu, ketika kita merasa menyesal, seolah-olah hal buruk yang pernah kita lakukan hanya terjadi pada diri kita sendiri. Sehingga membuat kita minder yang berlebihan, membuat...

Pesan Singkat Untuk Ayahanda

Namaku Abizar Ghazali Panjinagara, biasa dipanggil Abi, seorang pria berbadan tegap dan berambut ikal. Aku dilahirkan dari pasangan Hendi Dedi dan Yuniarti Harahap. Kini usiaku beranjak dewasa, umurku 18 tahun, salahsatu mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Padjadjaran. Aku gemar berolahraga, menulis dan bermusik. Aku masih sama seperti mahasiswa lainya, yang suka gabut alias gak ada kerjaan di hari libur, yang kerjaanya cuman minta uang ke orangtua untuk have fun, yang bisanya nyusahin orangtua dalam hal apapun. Tapi hari ini, entah kenapa rasanya rindu sekali dengan orangtua di rumah. Teringat dengan senyumanya yang tulus, pepatahnya yang bijak, kasihsayangnya yang abadi dan pengorbanannya yang besar. Tulisan ini aku buat untuk Ayahku tercinta. Seorang pemimpin keluarga yang bijak, sabar dan berwibawa. Ayahku seorang yang sederhana, seorang mantan perwira TNI AD yang gagah, seorang Insinyur perminyakan yang pintar, seorang Pendekar pencak silat yang terkemuka di Jawa Ba...

Teruntuk Engkau Para Pencari Kebahagiaan

Kita hidup memiliki sebuah tujuan kesuksesan dengan bermacam2 indikatornya. Tak lain pada umumnya adalah sebuah nilai kuliah yang baik, prestasi yang tinggi, kedudukan atau jabatan yang luhur, pekerjaan yang bergaji besar.  Pernah ku mencoba untuk menelaah kedalam mengenai segala ambisi dalam hidup ini, bahwasannya ada satu hal yang saya coba untuk mengartikan arti hidup di dunia yang sementara ini.  Kita dituntut untuk selalu bekerja keras demi tercapainya suatu capaian kebanggan. Namun disisi lain, apabila kita tinjau dengan akal yang bijak, dalam semua proses diatas suatu saat ada fase dimana kita semua akan Lelah. Lelah? Ya, kita lelah dan mulai sadar bahwa semua yang kita capai hanyalah semu dan hanyalah bayangan serta buayan belaka. Sebuah fatamorgana ambisi yang pada akhirnya kita membuat kita berhenti sejanak seakan2 kita bingung akan melangkah kemana lagi. Dalam fase lelah itu, kita sadar bahwa bukankah selama ini ketika kita mengejar nilai, kedu...