K u awali tulisan ini dengan renungan yang telah lama terpendam di dalam kalbu.. Indah sekali, di dalam kalbu ini terdapat berbagai ingatan yang telah Allah titipkan sebagai modal dasar bagiku untuk berifikir. Berfikir bahwasannya kita semua ini memang mahkluk yang lemah dan tak bisa apa-apa. Cenderung kurang bersyukur dan pandai mengeluh akan kekurangan.. Hal yang terberat adalah ketika suatu harapan yang kita inginkan ternyata tidak sesuai dengan apa yang Allah tetapkan. Memang berat, namun sebenarnya hal itu adalah suatu kebaikan yang tak dapat dibandingkan. Diantara memori yang Allah titipkan itu adalah suatu ambisi dan kenangan yang menyatu didalam cita-cita. Seperti ingatan tentang masa kuliah, keluarga, pengalaman pribadi, percintaan, dll. Kelemahan manusia adalah ketika ia erbujuk dengan rayuan dunia yang fana, seperti aku yang terkadang selalu terjebak pada suatu kebiasaan yang buruk. Banyak sekali, dan jika diutarakan itu adalah aib. Maha Baik Allah yang sela...
Apa Kabar Negara Ku, Sehat? "Aku sedih melihat Negara ku, ia berwibawa dan gagah, namun rusak terkikis zaman" Sebelum saya menulis, saya ingin menjelaskan bahwa tulisan ini dibuat hanya untuk mengutarakan apa yang menjadi gejolak di dalam hati saya selama memperhatikan keadaan hukum dan sosial politik di Negara tercinta ini. Saya hanyalah mahasiswa Fakultas Hukum semester 6 yang sangat minim pengetahuan akademik, namun setidaknya saya tetap merasa peduli karena saya masih memiliki hati nurani yang jauh lebih penting daripada pengetahuan kognitif di bangku kuliah. Baik.. mari mulai tulisan ini dengan membicarakan terkait fakta yang baru saja belakangan ini muncul dan menghangatkan tubuh kita yaitu terkait dengan kasus penistaan agama di republik ini. Teman-teman, saya tidak ingin mengklaim bahwa putusan terhadap terdakwa BTP alias ahok adalah putusan yang tepat atau tidak. Karena itu akan memberikan pandangan yang berbeda-beda sesuai dengan pemahaman pribadi seseo...