Kita hidup memiliki sebuah
tujuan kesuksesan dengan bermacam2 indikatornya. Tak lain pada umumnya adalah
sebuah nilai kuliah yang baik, prestasi yang tinggi, kedudukan atau jabatan
yang luhur, pekerjaan yang bergaji besar.
Pernah ku mencoba untuk menelaah kedalam mengenai segala ambisi dalam hidup ini, bahwasannya ada satu hal yang saya coba untuk mengartikan arti hidup di dunia yang sementara ini.
Kita dituntut
untuk selalu bekerja keras demi tercapainya suatu capaian kebanggan. Namun
disisi lain, apabila kita tinjau dengan akal yang bijak, dalam semua proses
diatas suatu saat ada fase dimana kita semua akan Lelah. Lelah? Ya, kita
lelah dan mulai sadar bahwa semua yang kita capai hanyalah semu dan hanyalah bayangan serta buayan belaka.
Sebuah fatamorgana ambisi yang pada akhirnya kita membuat kita berhenti sejanak
seakan2 kita bingung akan melangkah kemana lagi.
Dalam fase lelah itu, kita
sadar bahwa bukankah selama ini ketika kita mengejar nilai, kedudukan,
kesuksesan, kekayaan, dsb. Itu semua hanyalah tipuan belaka. Ironisnya, kita
telah berani untuk mengorbankan tali silaturahmi, persahabatan, saling menjatuhkan,
mengabaikan sebuah cinta, menghardik orang-orang miskin, melupakan orang tua
dan keluarga, dan bahkan kita lupa diri bahwa kita hanyalah manusia yang diatur
segala sesuatunya oleh Allah.
Hal
terbaik di hidup ini adalah bagaimana caranya kita beribadah, bertahan hidup
dan selalu menebar kebermanfaatan sesama.
Lantas kesimpulannya adalah
apa gunanya kita bersusah-susah untuk mengejar sebuah kedudukan dimata orang
lain apabila kita harus kehilangan persahabatan,menjatuhkan orang lain san
malah menyiksa diri kita akan beratnya ketika mengemban amanah.
Apa gunanya kita mencari
harta kekayaan yang banyak dan berlimpah apabila pada akhirnya kekayaan itu
membuat kita melupakan orang miskin dan membuat kita tidak pandai bersyukur,
merasa sombong dll. Apalah gunanya kita mencari seseorang yang sempurna
untuk dijadikan pasangan apabila pada akhirnya kita saling menjelek2an dia
dikemudian hari.
“Hanya
berusaha sesuai apa yang kita bisa. Syukuri apa yang ada, sederhana saja, buat
hidup selalu bahagia dan tetap rendah hati”.
Komentar
Posting Komentar