Langsung ke konten utama

Pesan Singkat Untuk Ayahanda


Namaku Abizar Ghazali Panjinagara, biasa dipanggil Abi, seorang pria berbadan tegap dan berambut ikal. Aku dilahirkan dari pasangan Hendi Dedi dan Yuniarti Harahap. Kini usiaku beranjak dewasa, umurku 18 tahun, salahsatu mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Padjadjaran. Aku gemar berolahraga, menulis dan bermusik.
Aku masih sama seperti mahasiswa lainya, yang suka gabut alias gak ada kerjaan di hari libur, yang kerjaanya cuman minta uang ke orangtua untuk have fun, yang bisanya nyusahin orangtua dalam hal apapun. Tapi hari ini, entah kenapa rasanya rindu sekali dengan orangtua di rumah. Teringat dengan senyumanya yang tulus, pepatahnya yang bijak, kasihsayangnya yang abadi dan pengorbanannya yang besar. Tulisan ini aku buat untuk Ayahku tercinta. Seorang pemimpin keluarga yang bijak, sabar dan berwibawa.
Ayahku seorang yang sederhana, seorang mantan perwira TNI AD yang gagah, seorang Insinyur perminyakan yang pintar, seorang Pendekar pencak silat yang terkemuka di Jawa Barat, rasanya tak bisa aku sebutkan semua prestasinya. Aku sebagai anak, tentu bangga dan bersyukur bisa memiliki Ayah sehebat dia. Banyak sekali pengorbanan dirinya yang ia lakukan sejak usiaku kecil sampai sekarang. Jika mengingat apa yang telah ia berikan kepadaku baik berupa materi, kasihsayang dan pendidikan, rasanya hati ini tersentuh dan air mataku selalu mengalir dengan deras. Hanya ada satu pertanyaan didalam benakku yaitu “Apa yang bisa aku lakukan untuk membalas semua kebaikanya”.
Ayah….
Ini aku anak lelakimu…
Yang baru beranjak dewasa dan sedang belajar mandiri..
Yang sedang berjuang, untuk meraih mimpi…
Ayah….
Terimakasih atas segala pengorbananmu..
Kau taruhkan jiwa dan ragamu hanya untuk membesarkanku..
Kau abaikan kepentingan pribadimu demi kepentinganku..
Kau  sembunyikan segala masalahmu demi melihatku tersenyum..
Ayah…
Apresiasi tertinggi aku sampaikan untukmu…
Aku sangat sayang kepadamu…
Aku bangga menjadi anakmu…
Aku sangat mencintaimu…
Tak ada yang bisa menandingi kasihsayangmu..
Ayah…
Aku rindu semasa keciku!
Kau antarkanku kedepan gerbang sekolah,
Kau kecup keningku sebelum aku turun dari mobil,
Kau berikan semangat agar aku rajin belajar,
Kau manjakan aku dengan segala kasihsayangmu..,
Kau belikan aku sesuap nasi agar aku kenyang…
Kau belikan semua yang aku mau…
Kau marahi aku saat aku salah…
Kau bentak aku saat aku melawan...
Kau banggakan aku ke semua  orang…
Kau rawat ketika aku sakit…

Ayah…
Kini aku telah dewasa…
Kini aku mulai mencoba memahami arti kehidupan..
Kini aku sedang berjuang untuk meneruskan karirmu..
Maafkan aku yang selalu menyusahkanmu…
Maafkan aku yang selalu keras kepala..
Maafkan aku yang belum  bisa memberikan kebahagiaan kepadamu..
Maafkan aku jika aku tidak membanggakanmu di depan oranglain..
Ayah…
Doakan aku agar aku sukses dimasa depan..
Doakan aku agar menjadi anak yang sholeh..
Doakan aku segala yang terbaik!
Ayah…
Ketahuilah!
Aku selalu mendoakanmu,
Ku doakan agar kau selalu diberi kesehatan..
Diberikan kebahagiaan serta perlndungan dari Allah..
Ayah..
Tulisan kecil ini, aku buat sesudah aku sholat malam..
Wajahmu selalu ada di depan mataku..
Suara pepatahmu selalu terngiang di telingaku..
Pelukanmu selalu terasa di pundaku..
Wibawamu selalu menyertai jiwaku..
Kasihsayangmu selalu abadi di dalam hatiku..

Ayah, akanku buktikan suatu saat aku akan bahagiakanmu! Kaulah Idolaku.. Kebanggaanku.. Aku sangat mencintaimu,
Terimakasih Ayah..
Pesanku untukmu,
…Teruslah semangat menjalani kehidupan ini…
…Bantai dan pecahkanlah segala masalah yang kau hadapi, sebagaimana dulu engkau seorang pengabdi Negara dan seorang pendekar hebat.
…Aku tau, kepalamu sedang kelut akan permasalahan yang ada..
…Aku memahami, kau sedang sedih akan kenyataan yang ada saat ini..
…Aku merasakan bahwa engkau terkadang sudah jenuh dengan kehidupan ini..
…Dan aku mengerti, hatimu sedang resah akan kehidupan yang pait ini..
…Tenang Ayahku! Sabarlah Ayahku!
…Ada anakmu ini yang selalu ikut merasaka apa yang kau rasakan..
…Ada anakmu yang selalu siap mendampingimu disaat kau senang maupun susah..
…Ada anakmu ini yang selalu bersedia untuk mencintaimu sepenuh hati..
…Ingatlah, Hidup hanya untuk sementara, Hidup hanya sebuah sekenario Allah..
…Jalankanlah dengan sebaik mungkin, tetap berpegang teguh pada iman islam..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima Kasih “Ibu”

Mamah..             Ibuku adalah seorang perempuan keturunan batak, ia lahir di Medan dan marganya adalah Harahap, seorang wanita yang berjiwa keras namun cerdas. Kulitnya putih, tubuhnya pendek, ia wanita tercantik yang ada di dunia ini. Namanya adalah Yuniarti Harahap, Ia juga merupakan keturunan pahlawan dari ayahnya yang merupakan seorang pahlawan era 80an yang bertugas menjadi TNI AD berpangkat Letnan dan seorang Jaksa di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Ibuku begitu baik, ia menyayangi orang-orang miskin, dermawan, ramah dan berwawasan luas.             Teruntuk ibu ku, ibu yang mengandung dan melahirkanku.. Telah kau korbankan segala hidup dan matimu hanya demi merawat anak-anakmu. Kau diciptakan dengan segala kemuliaan atas jasamu yang tak akan pernah terbalaskan. Betapa sulitnya menceritakan dirimu yang begitu mulia.       ...

Keadilan Bagi “Separuh” Rakyat Indonesia

Pemerintah telah mengusahakan berbagai program terkait pemecahan permasalahan kenegaraan yang menyangkut kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah program penertiban kota seperti program penggusuran pedagang kaki lima (PKL). Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pada pelaksanaanya upaya-upaya tersebut belum dapat dirasakan bermanfaat oleh masyarakat yang mengalami hal tersebut. Sungguh menjadi suatu ironi, ketika upaya-upaya tersebut malah menimbulkan berbagai permasalahan baru bagi Negara. Pada fakta seperti ini, kebanyakan masyarakat yang mengalami penggusuran cenderung memilih untuk diam karena kebanyakan dari mereka berfikir bahwa pemerintah adalah penguasa yang “mutlak” dan tidak pernah mau untuk mendengar apalagi memperhatikan latar belakang keadaan mereka. Dasar Negara kita adalah Pancasila, dimana Pancasila dimaknai sebagai pedoman dalam hidup berkewarganegaraan. Artinya, segala tingkah laku kita sebagai warga negara haruslah sesuai dengan nilai-nilai pancasila....