Langsung ke konten utama

"Aku Juga Lelaki"

Beribu cara ku sampaikan tentang rasa ku untuk mu,
Tetesan air mata jadi saksi cerita dalam hati ini,
Bagaimana rasa yang tulus ini ada untuk mu,
Tak cukup rasa yang dikemas dalam kata ini untuk menggambarkan betapa aku mencintaimu,
Berbagai cara telah ku lakukan untuk dapatkan kamu,
Lika-liku hubungan adalah suatu kelengkapan dalam mencapai harmoni cinta..

Yang aku inginkan kau dapat menerima kekuranganku,
Kau terima kesalahanku,
Kau terima argumentasi hati pada kronologi keinginan menjadi lebih baik untuk mu,
Kau rangkul dan kau penjarakan sikap ku yang keliru..

Betapa acuhnya engkau saat ini,
Anggap air mata ku sebagai lelucon?
Anggap aku adalah bangkai dan sampah yang berlalu?
Acuhkan aku bagai angin yang berlalu?
Dimana hati nurani mu?
Dimana janji yang telah kita sepakati selama ini?
Ku coba jujur untuk upayakan kebaikan pada mu,
karena aku tahu, kamu adalah bagian dari masa depanku.
Bodohnya jiwa ini yang memaksakan kehendak,
Betapa berat sesak yang ku rasakan, sungguh jatuh dalam dimensi kesedihan.

Kau pikir engkau siapa?
Sebisa itu membeli hati ini,
Kau itu siapa?
Seakan malaikat yang sempurna tanpa kesalahan,
Kau rasa kau yang paling benar?
Seakan-akan tak ada kebijakan dalam hati mu,
Sudah merasa bahagia?
Ku rasa kau harus berfikir ulang Nak!

Ah! ku pikir ini tak perlu mengutamakan logika,
Tak pedulikan seberapa ku jatuhkan harga diri ku didepan mu,
Yang terpenting adalah aku inginkan kamu,
Untuk belajar bersama tentang arti "menyakiti dan disakiti", "membahagiakan dan dibahagiakan",
Dan untuk saling mengerti dan melengkapi kekurangan..

Andaikan ada mesin pendeteksi rasa,
Ku harap itu jadi bukti di pengadilan hati,
Akan ku gugat rasa ini kepada mu,
Atas engkau yang begitu ku idam-idamkan.

Namun, aku juga lelaki.
Punya rasa dan punya hati,
Punya nurani dan harga diri,
Takan ku jilat kembali ludah yang telah ku buang,
Pertanda pintu hati telah tertutup.

Aku juga lelaki,
Tak pantas kau tertawakan,
Karna aku pemimpin.
Jika ingin pergi, silahkan pergi,
Katakan kau benci.
Agar aku dapatkan kepastian hidup.
Tuk jalani semua tanpa cahaya yang redup.

Aku juga lelaki,
Selamat tinggal engkau yang ku sesali selama ini!
Takan pernah aku kembali,
Doaku yang semula : “Semoga kita dipertemukan kembali”
Kini berubah menjadi :
“Jangan pernah kita dipertemukan lagi”
Karena aku, ingin carikan bidadari yang dapat mengerti air mata ini.
Mungkin waktu adalah hakim terbaik bagi hancurnya hati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima Kasih “Ibu”

Mamah..             Ibuku adalah seorang perempuan keturunan batak, ia lahir di Medan dan marganya adalah Harahap, seorang wanita yang berjiwa keras namun cerdas. Kulitnya putih, tubuhnya pendek, ia wanita tercantik yang ada di dunia ini. Namanya adalah Yuniarti Harahap, Ia juga merupakan keturunan pahlawan dari ayahnya yang merupakan seorang pahlawan era 80an yang bertugas menjadi TNI AD berpangkat Letnan dan seorang Jaksa di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Ibuku begitu baik, ia menyayangi orang-orang miskin, dermawan, ramah dan berwawasan luas.             Teruntuk ibu ku, ibu yang mengandung dan melahirkanku.. Telah kau korbankan segala hidup dan matimu hanya demi merawat anak-anakmu. Kau diciptakan dengan segala kemuliaan atas jasamu yang tak akan pernah terbalaskan. Betapa sulitnya menceritakan dirimu yang begitu mulia.       ...

Pesan Singkat Untuk Ayahanda

Namaku Abizar Ghazali Panjinagara, biasa dipanggil Abi, seorang pria berbadan tegap dan berambut ikal. Aku dilahirkan dari pasangan Hendi Dedi dan Yuniarti Harahap. Kini usiaku beranjak dewasa, umurku 18 tahun, salahsatu mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Padjadjaran. Aku gemar berolahraga, menulis dan bermusik. Aku masih sama seperti mahasiswa lainya, yang suka gabut alias gak ada kerjaan di hari libur, yang kerjaanya cuman minta uang ke orangtua untuk have fun, yang bisanya nyusahin orangtua dalam hal apapun. Tapi hari ini, entah kenapa rasanya rindu sekali dengan orangtua di rumah. Teringat dengan senyumanya yang tulus, pepatahnya yang bijak, kasihsayangnya yang abadi dan pengorbanannya yang besar. Tulisan ini aku buat untuk Ayahku tercinta. Seorang pemimpin keluarga yang bijak, sabar dan berwibawa. Ayahku seorang yang sederhana, seorang mantan perwira TNI AD yang gagah, seorang Insinyur perminyakan yang pintar, seorang Pendekar pencak silat yang terkemuka di Jawa Ba...

Keadilan Bagi “Separuh” Rakyat Indonesia

Pemerintah telah mengusahakan berbagai program terkait pemecahan permasalahan kenegaraan yang menyangkut kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah program penertiban kota seperti program penggusuran pedagang kaki lima (PKL). Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pada pelaksanaanya upaya-upaya tersebut belum dapat dirasakan bermanfaat oleh masyarakat yang mengalami hal tersebut. Sungguh menjadi suatu ironi, ketika upaya-upaya tersebut malah menimbulkan berbagai permasalahan baru bagi Negara. Pada fakta seperti ini, kebanyakan masyarakat yang mengalami penggusuran cenderung memilih untuk diam karena kebanyakan dari mereka berfikir bahwa pemerintah adalah penguasa yang “mutlak” dan tidak pernah mau untuk mendengar apalagi memperhatikan latar belakang keadaan mereka. Dasar Negara kita adalah Pancasila, dimana Pancasila dimaknai sebagai pedoman dalam hidup berkewarganegaraan. Artinya, segala tingkah laku kita sebagai warga negara haruslah sesuai dengan nilai-nilai pancasila....